Tampilkan postingan dengan label art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label art. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

Macam macam ART ( Episode dua)

ART nya lagi aktif-aktifnya ya bun. 😂😂

Yup saya ingin menyambung tulisan mengenai sifat ART kami yang sangat ajaib. Total ART yang pernah bekerja pada kami ada 5 ART.  Cuma satu ART yang sanggup bertahan selama dua tahun. 

Untuk ART pertama sudah saya pernah ceritakan di artikel sebelumnya. Nah sekarang saya mau cerita tentang ART yang kedua. 
 
Namanya sebut aja bu Titi, kebetulan suaminya sedang ditimpa musibah kecelakaan ketika sedang bekerja. Saya pun terenyuh bersimpati pada beliau. Hingga suatu titik dimana saya merasa ada yang kagak beres.
Jobdesk dia hanya ngurus bayi saya seperti menyediakan printilan jika mau ganti baju, ganti pampers, mandi dsb. Kebetulan mama mertua ada, makanya dia hanya jadi asistennya. Dia bekerja dari jam 7 sd jam saya pulang. Boleh pulang sebentar ke rumahnya, dia minta hanya 1 jam dari jam 12 sd jam 1. Dan dari sinilah saya males bener. Karena dia pulang jam 12 dan kembali jam 4 sore. Ok. Karena mama mertua no problem saya juga ga masalah. Hingga akhirnya saya membuat bel rumah agar dia juga gampang membangunkan mertua saya yang memang sulit mendengar ketuka pintu perlahan. Nah dari sini tau lah asal usul kenapa bel rumah saya pasang. 
Puncaknya ketika tiba-tiba di hari yang cerah, saya sedang memulai kerja di kantor dan iseng-iseng buka status. Kulihat status Wa bu Titi hari itu sedang mengeluh berkata kalau orang berkecukupan sangat jahat kelakuannya. Langsung saja kutanya ada apa. Dia pun langsung minta berhenti saat itu juga plus embel-embel bahwa mertua saya kesal karena saya tetap bekerja padahal anak masih sakit. Ohlala...pakek fitnah ya..
Dah sekian cerita ART kloter periode tersebut. Nantikan lanjutan ART berikutnya ya😂

Yang kedua, selain dia ada juga mbak lain yang bekerja seperti mencuci,menyetrika dan mengepel sebut saja bu Yeni. Suatu saat saya berhentikan sepihak karena kerjanya di rumah hanya satu jam dengan gaji 700 ribu rupiah perbulan dan sabtu minggu ga masuk. Yah... Lebih baik uangnya disimpan saja.


Selasa, 01 September 2020

Macam-macam ART



Setelah menjadi seorang mamah, ku merasakan betapa ga enaknya bergantung dengan ART. Dulu itu sewaktu kecil rasanya ngelihat orang kaya kok enak banget ada ART. Makan tinggal makan, tidur tinggal tidur.  Ya Mungkin itu berlaku buat yang rumahnya besar kali yew.

Perjalananku bergantung dengan ART berawal dari kehidupan kantor dan persiapan melahirkan. Dulu ketika anakku lahir, utang buat beli rumah yang sekarang kami tempati masih ada di koperasi kantor. Dan ga mungkin banget dilunasi. Jadi berbekal doa, akhirnya aku ikhtiar mencari ART yang bakal momong anakku si kesayangan. Dapatlah seorang anak gadis. 

Awal ketika bertemu dan berbicara, anak itu ditemani ibunya dan mba- mba yakult langgananku sebagai perantara. Dulu aku sama sekali ga ada pengalaman menghadapi ART dan dengan ramah kusambut dia dan aku disambut ibunya dengan tatapan curiga serta cerita bahwa beliau tidak percaya semua majikan, katanya semua majikan itu kasar. 😄

Hari-hari anak itu bekerja di rumahpun dimulai. Ketika aku mulai mau masuk kerja, aku menangis sejadi-jadinya meninggalkan anakku. Tetapi Alhamdullilah pertolongan Allah itu nyata. Mertuaku memutuskan untuk menemani Nursha si kesayangan. Alhamdullilah. 

Dan akhir perjalanan anak itu usai ketika bulan keempat. Selama bekerja, kebetulan aku merangkum beberapa sifatnya. Yaitu, mandinya lama bgt ampe banyak orang yang kebelet, dan sholatnya lamaaaa banget. Padahal aku pengen banget gantian suruh jagain si bocah. Pernah suatu ketika kami jalan- jalan ke Bandung dan ketika sudah waktunya pulang, barang-barang muatanpun sudah masuk ke dalam bagasi mobil lalu kami semua telah siap di dalam mobil, anak itu bilang mau solat duha. Halllooowww... Daritadi kemana aja? Beres-beres? Hey semua orang membereskan bawaannya masing-masing. Begitupun dia hanya membereskan bawaannya. Ku bukan tipe dari lahir udh jadi nyonya makanya biasa beres-beres sendiri.


Dan yang paling mengecewakan adalah setiap malam, anak itu selalu menelepon pacarnya hingga berjam-jam. Dari mulai jam 9 hingga jam 2 pagi atau tengah malam. Suara anak itu terdengar sampai ke kamar mertuaku hingga beliau tidak bisa tidur dengan baik. Bahkan pernah anak itu menelepon pacarnya malam-malam di depan pintu kamar mertuaku. Wow.. amazing.. padahal solat duha , solatnya lama, jilbab lebar. Tapi nelpon pacar lama banget ampe kita risih.  Oh ya waktu di Bandung, anak itu juga menelepon pacarnya hingga tengah malah di ruang tengah dan mengganggu tidur kami yang kebetulan terletak di mezzanin atas ruang tengah tersebut. Kedengeran banget coyyy..Mezzanin kan ga ada pintunya..Hoammm


Itu ART pertama...untuk ART selanjutnya lebih dahsyat lagi. Nantikan artikel berikutnya.

GDD Global Development Delay

Long time no write... Mendampingi anak anak dan mengurus rumah sudah menjadi hal biasa sekarang. Antar jemput si kakak dan drop si adik ke d...