Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Persiapan Pernikahan 4: Undangan

Setelah urusan catering sudah kami percayakan ke pihak Karomah, maka selanjutnya hunting yang kedua yaitu ke urusan undangan. Kebetulan pada awalnya kami keukeuh pengen design sendiri tapi yang murah-murah aja. Pokoknya hasil design kita berdua. Entah design itu ide dari pikiran kita lalu kita tuangkan di undangan itu ataupun ide hasil "nyomot" gambar sana sini. 

Teman saya kebetulan merekomendasikan undangan di daerah pasar Tebet Barat. Saya yang kebetulan orang Tebet, sadar betul bahwa disana memang gudangnya percetakan undangan. Dengan menggebu - gebu kami membawa design undangan berwarna biru laut yang belum rampung. 

Kesana kesini di dalam pasar Tebet itu, ternyata harganya banyak yang nggak cocoknya daripada cocoknya. Hampir saja kami mengurungkan niat memakai design kami tersebut dan berpikir ulang untuk secara random saja mencari yang termurah. Sampai akhirnya kaki kami membawa kami ke OMEGA Printing. 

Lokasinya agak ke arah belakang di gedung pasar Tebet Barat, yang punya namanya Bang Ronald.  Harganya cocok banget sama kantong kita dan kemauan kita. Setelah kami tawar menawar beliau juga berkata bahwa ada anak buahnya yang siap untuk bantu menyelesaikan design mentah kami. 

dan taraaaaa


 Sorry gambarnya kecill




Intinya sih kami kepengen banget punya undangan berbentuk boarding pass ya karena kami doyan jalan -jalan, tapi jangan sekaku boarding pass juga. Di undangan itu ada konsep dimana kami berasal yaitu di pulau jawa dan pulau sulawesi , sekaligus juga cap di pulau masing-masing dimana terdapat tanggal  acara resepsi kami. Satu di Jakarta, satu lagi di Makassar.  Di sampul sebaliknya tentunya kami siapkan map seperti undangan-undangan standar lainnya.


Di sampulnya juga ada gambar kucing, yup kami seneng banget kucing. Jadinya ya wajar dikasih kucing ya. Untuk di dalam undangannya ada juga kata-kata yang menjelaskan tempat resepsi, orangtua kami, nama kami serta di balik undangannya ada bentuk  dua cincin yang dimodifikasi seperti gambar hati. Nah, di dalamnya kami masukan kedua alamat tempat resepsi kami dilangsungkan. Karena kami sadar tempat kami resepsi di Jakarta ga semua orang yang tau, maka kami sisipkan QR code di bawah "penampakan" dua buah cincin hati tersebut. Tinggal scan, cringgg! Langsung kebuka deh google map dan lokasi persisnya. Aku dapat QR code dari sini. Tinggal buka google map.  cari tempat /lokasinya. Kalau sudah pas, copy paste  URL di jendela web ke QR code generator di web tadi, lalu klik generate qr code. Dan copas atau print saja. Sebaiknya sebelum dicetak undangannya, cek lagi lewat aplikasi qr code, bisa kebuka atau nggak tuh. Hehe.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Persiapan Pernikahan (2) : Cari gedung

Setelah lamaran berlangsung dan pihak keluarga menyetujui, ibu saya bergegas mencari tempat pernikahan. Maklum, ibu saya gak pernah mengadakan pernikahan maupun memperhatikan pernikahan keponakan. Jadi bisa dikatakan, ibu saya amatir total. Begitupun juga saya, saya amatir. Tapi Alhamdulilah karena beberapa kali membantu pesta pernikahan sepupu dan beberapan teman serta saling bertukar pikiran dengan teman yang telah melangsungkan pernikahan terlebih dahulu, saya ga amatir-amatir banget. Dan syukurlah dengan adanya Ibu yang "semangat" cari tempat pernikahan maka tahap selanjutkan tinggal melanjutkan saja antara saya dengan calon. 

Awalnya ibu kepingin banget pernikahan saya dilangsungkan di bilangan daerah kampung melayu tepatnya kampung melayu kecill. Kata Ibu kalau ga di tempat karang taruna warga situ ya di mesjidnya aja. Saya sendiri ya, iya iya dulu dengan opini ibu saya. Ya tapi survey dulu lah. 


Singkat cerita seminggu setelah lamaran ibu mengunjungi daerah kampung melayu kecil, aku lihat tempat karang tarunanya. Dan OMG! Serius mom? Menurut saya lebih baik di rumah saja, karena bentuk dan luasnya hampir sama kayak rumah biasa. Ibu bilang mesjid sebelahnya aja, dan OMG! lagi. Itu agaknya seperti musola dan sudah pasti ga ada yang pernah melangsungkan pernikahan disitu. Usut punya usut, ternyata Ibu memilih daerah itu lantaran disitu dekat kuburan buyutnya yang 3 generasi di atas ibu dan itu merupakan tanah wakaf keluarga besar jaman dulu jugak -_-. (???). And thanks god, Ibu nanya ke saudara yang kebetulan tinggal di sekitar situ, dan kebetulan si Encang (bibi dalam bahasa Indonesia) justru melemparkan mentah-mentah gagasan Ibu yang ingin menikahkan putrinya di tempat itu. Alasannya, karena tempat itu ga pernah dijadikan pesta pernikahan dan tempatnay sudah tidak terawat. Saya pun legaaaaa...


Next, pencarian ke daerah GOR Tebet. Hmmm, ternyata GOR ini tidak diperbolehkan lagi disewakan selain penggunaan sebagai GOR. Katanya sik pada takut ama Ahok. Ya sudahlah, saya ga peduli sama kebijakan dan alesannya. 


Cusss

Saya merekomendasikan Ibu agar ke mesjid Al Huda di daerah Tebet Timur. Murah, deket pula dari mana-mana. ekekekekek. Dan Alhamdulilah budget saya dan cami bisa untuk nikah disini. Semuanya mau pake catering apapun tetap 4 juta. Namun karena kita menambah beberapa blower fan dan charge untuk photo booth, harganya menjadi total 7 juta Saya sendiri memang ga mau menikah mahal-mahal. Karena banyak rencana sana sini. Kayak nyicil rumah dan mobil. Serta untuk isi rumah. Akhirnya pun kami pulang dengan tenang dengan bekal sebuah brosur catering dengan nama cateringnya,  KAROMAH. Yang Alhamdulilah kata tamu rasanya enak-enak. Setelah ini cus kita bahas mengenai catering. 

Untuk PIC disini namanya Pak Ismail Dan orang teknisnya Pak Dai. Alhamdulilah semua ramah-ramah.

GDD Global Development Delay

Long time no write... Mendampingi anak anak dan mengurus rumah sudah menjadi hal biasa sekarang. Antar jemput si kakak dan drop si adik ke d...